Senin, 20 November 2017

nasi minyak

        Nasi minyak adalah masakan khas Sumatera Selatan berupa olahan nasi yang dimasak dengan minyak samin dan rempah-rempahkhas Nusantara dan Timur-Tengah. Sekilas nasi minyak terlihat seperti nasi kebuli, hal ini dikarenakan nasi minyak merupakan masakan Palembang yang memang mendapat pengaruh dari Timur-Tengah tempat nasi kebuli itu berasal. Nasi minyak biasanya disajikan bersama pelbagai pelengkap, seperti daging malibi, sate pentol, ayam goreng, acar ketimun, kismis dan sambal nanas. 
Nasi minyak memiliki cita rasa gurih khas rempah timur tengah dengan aroma bumbu yang kuat. Nasi minyak biasanya disajikan pada acara-acara tertentu saja, seperti pesta perkawinan, syukuran, Idulfitri, Iduladha, dan sebagai sajian istimewa di bulan Ramadhan. Nasi minyak banyak ditemukan di seluruh provinsi Sumatra Selatan dan juga di Provinsi Jambi
Sejarah nasi lemak
Sajian Nasi minyak merupakan kuliner hasil asimilasi antara budaya lokal Melayu Palembang dan pendatang arab yang banyak menetap di kawasan Pasar Kuto,Kota Palembang. Nasi minyak adalah adaptasi dari nasi kebuli terhadap selera lidah orang Indonesia. Jika nasi kebuli biasanya menggunakan beras basmati sebagai bahan utama, maka nasi minyak di Sumatera Selatan dan Jambi menggunakan beras lokal. Nasi minyak terkadang juga menggunakan santan kelapa sebagi pengganti susu kambing atau susu sapi sebagai bumbu. Perbedaan nasi minyak Jambi dengan nasi minyak Palembang adalah nasi minyak Jambi disantap bersama dengan kuah kari.
Pada zaman dahulu nasi minyak adalah makanan istimewa yang hanya disajikan kepada lingkungan keluarga Kesultanan Palembang Darussalam saja. Nasi minyak biasanya menjadi sajian rutin bagi Sultan Palembang setiap hari jumat selepas beliau menunaikan ibadah sholat jumat. Nasi minyak juga sering disajikan bagi tamu-tamu agung yang melawat ke wilayah Kesultanan Palembang Darussalam. [3] Kini nasi minyak sudah tidak seekskusif dulu, nasi minyak sudah dapat dinikmati oleh masyarakat umum di acara-acara khusus seperti pesta pernikahan, idulfitri, idul adha, syukuran, dan juga sudah dijual di kedai makanan khas Palembang.

Bahan-bahan

1.  500 gr Beras cuci bersih
2.  2 buah tomat
3.  1 buah bawang bombay
4.  1 buah bawang putih
5.  1/4 buah nanas dipotong tipis/ diparut
6.  250 ml susu cair
7.  2 sdm bumbu kari bubuk
8.  secukupnya Kaldu bubuk
9.  secukupnya Gula & Garam
10.   air
11.   100 cc minyak samin (bisa diganti dengan margarin)
12.   secukupnya minyak sayur untuk menumis
1 Rempah-rempah:
14.   sejumput Kapulaga
15.   sejumput Cengkeh
16.   1/2 sdt Adas manis
17.   1/2 sdt Jintan
18.   2 batang kecil kayu manis
Langkah- langkah 
1.Siapkan bahan lalu panaskan minyak dalam wajan
2. Masukka margarin, bombay, bawang putih, tumis hingga layu. Lalu masukkan nanas, tomat, serta rempah2, aduk rata, masak hingga harum
3.Masukkan bumbu kari dan kaldu bubuk, aduk rata. Tambahkan susu cair perlahan. Setelah itu tambahkan gula dan garam secukupnya.
4.Masukkan beras dan aduk lagi hingga rata
5.Tambahkan air dan aduk2 terus dengan api kecil hingga air meresap semua.
6.Setelah meresap, panaskan kukusan, kukus hingga matang sempurna.
7.Sajikan dengan lauk pauk favorit anda